Kita sepakat bahwa setiap orang pasti pernah atau bahkan sering dihadapkan dengan masalah-, ntah itu masalah ringan atau masalah berat.
Sebetulnya saat kita berhadapan dengan kesulitan, bingung, cemas, sedih, secara otomatis otak kita bekerja mengolah, menganalisa, bekerja secara sistematis. Tidak aneh, mengapa , karena secara manusiawi kita diberi akal, budi pekerti oleh yang Maha Pencipta. Tiap orang diberi kemampuan untuk menganalisa dan menyelesaikan masalah. Bisa sama antara seorang dengan yang lainnya. atau berbeda cara penyelesaiannya. Semuanya tergantung pada cara pandang dan kemampuannya itu sendiri. Dan juga sejauh mana dan dengan cara apa seseorang menyelesaikan masalahnya.
Apakah saat menyelesaikan masalah, kita hanya mengandalkan kemampuan akal semata? Sejauh mana pentingnya support lain ?
Suatu hari, aku punya masalah berat , benar-benar dalam keadaan panik, suntuk, bingung, cemas, sedih etc..dsb. Rasanya bumi hampir kiamat *hyperbola.com* Sambil mewek mewek dan napas tersengal sengal aku berusaha agar tetap berpikir positif, menganalisa penyebabnya, dan mencari solusinya. Tidak gampang, perlu waktu dan kesabaran serta ketangguhan seorang jawara. *lebay.com* Dan….ternyata berhasil dengan sukses..
Aku tahu apa penyebab dari rasa yang amat menyiksa itu dan tahu juga apa yang harus dilakukan.
Lantas, apakan persoalan berhenti sampai di situ..?
Apakah air mata kesedihan stop berurai, lalu dada yang sesak bisa sontak lapang ?
Oh no…Oh yes…Oh No..No…Ternyata tidak.
Secara teori, semestinya semua persoalan bisa selesai, finally.
Tapi kenapa teori saja tidak cukup mampu untuk bisa lebih memberi kekuatan.
Kenapa masih saja ada yang tidak lengkap, mengganjal.
Mungkinkah masih butuh sesuatu yang lain ?
Yes,, aku masih need someone yang bisa mengapresiasi larutan emosiku, atau ia bisa mendengarkan perasaanku. Entah itu tentang kesedihan pun kegembiraan.
Dan bagi anda ?
Pernahkah suatu ketika anda terlepas dari ikatan tali kekang tapi merasa ada sesuatu yang belum juga ‘selesai’ ? Ah..Aku sering demikian, sebelum ada seseorang yang tanggapi perasaanku. Aneh, gak ?

