Mengapa Menulis ?

Sebetulnya saya bukan penulis. Saya cuma penghayal sejati. Sejak masih bau kencur (jika kata ini adalah perumpamaan tepat untuk kata belia) saya selalu berangan-angan. Andai jadi kaya, andai jadi putri raja, andai jadi artis penyanyi, andai…?

Harus diakui bahwa daya hayal adalah anugrah terbesar ketiga setelah Tuhan menciptakan akal dan hati. Daya hayal menolong saya untuk tetap survive di saat saya kena bogem kehidupan, atau saat dijewer Tuhan. Ketika saya miskin, saya tetap berhayal suatu ketika bisa lepas dari kemiskinan. Ketika tertimpa musibah, saya berhayal keadaan menjadi lebih baik. Meskipun saya tahu hayalan bukan senjata, pamungkasnya adalah tetap sebuah upaya. Minimal saya bisa menghibur hati saya dari kepedihan dan keputusasaan.

Dan menulis adalah bagian dari pelampiasan. Dari hati yang terkoyak, cinta yang terpendam (uhmmm…), penghianatan tak terbalaskan ( dendam ?? ), ekspresi dosa terselubung (astaghfirullah…), sebuah keniscayaan…
Menulis adalah hasrat. Seperti halnya pipis, ngupil atau boker, dan menulis adalah pelampiasan hasrat hayali. Jika ada pertanyaan mengapa saya menulis ? Itulah jawaban saya.

Share This Post

Recent Articles

© 2012 Oky Lasmini Sastrawiguna. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Using WordPress · And Powered by Garut WebDev