Hai ! Hallo ! Bagaimana jadinya jika anda mengalami kejadian yang pernah saya alami tadi malam ?
Ini kejadian yang sebetulnya kerap terjadi, saya tidak bisa menghitungnya entah berapa kali. Kejadian kali ini sedikit beda.
Seperti biasa kebanyakan orang pada umumnya saya tengah menikmati canda tawa dan banyolan yang terkadang konyol dan jauh dari kata, nyambung, bersama teman-temanku di face book. Setuju khan jika di jejaring ini kita biasa melakukan hal seperti yang saya lakukan, fun. Tiba-tiba ada salah seorang temanku, sebut saja Andri (bukan nama samaran)masuk ke chat box. Basa basi seperti biasa, say hai. Karena memang sebelumnya saya sudah akan mengakhiri berhaha hihi, tidak lama setelah itu saya keluar dan off. Menuju tempat istirahat adalah pilihan paling tepat.
Baru saja saya akan menarik selimut, sebuah sms masuk. Oh ya saya tidak pernah mematikan hp saya, diusahakan dalam kondisi tertidurpun hp tetap on. Saya baca dan dari nomor yang tidak dikenal.
” leh knaln gak, q yg tadi di fb “. Saya teringat dengan siapa saya melakukan chat, Andri. Karena jelas ini sms iseng, sayapun tidak me-reply nya. Sms kedua, ketiga keempat, semakin lama semakin ngaco dan jujur saja sebagai pribadi saya merasa terganggu dan tersinggung dengan caranya. Lalu pikiranpun berubah. Yang awalnya tidak akan merespon, jadi terpancing juga.
“Kamu siapa ? Ini sudah lewat tengah malam. Kamu ngomong aneh dan ngelantur. Tadi saya baca sms kamu terakhir, kamu menggunakan fb temanmu yang akhirnya sampai tahu saya dan tahu nomor hp saya.Benarkah kalau kamu bukan Andri ?” Emosi saya mulai naik. Itu sms saya pertama.
Hanya ada dua kemungkinan. Pertama yang sms saya adalah benar Andri dan kemungkinan kedua adalah benar seperti yang disampaikan melalui sms, bahwa dia temannya c Andri yang diberikan keleluasaan untuk menggunakan fb andri.
Saya hampir tidak bisa mengerti, apakah ini benar atau tidak ? Ada seseorang yang memberikan kunci rumahnya pada temannya lalu temannya bebas melakukan apapun, tanpa berpikir apakah yang dilakukan itu akan berakibat atau tidak.
Dan aduhai !
Ada satu sms dari dia yang memaksaku harus mereply nya dengan sms seperti ini : ” Hey anak kecil yang masih beringus, kamu tuh gak sopan banget, mengganggu orang tua dengan kata-kata yang gak pantas. Sonoh, maen gundu atau maen layangan tengah malem bareng tuyul”. Merasa waktu sudah hampir sepertiga malam, sayapun tertidur tanpa mendengan apapun suara apapun juga, kecuali suara tarikan dan hembusan nafas pelan dan perlahan anakku, c kasep.
Besoknya pagi-pagi saya buka hp. Dan mulailah saya tertawa, ngejek atau nek atau apa yha namanya, saat saya baca sebuah sms sepanjang 2 page. Ini dia sms terlucu yang pernah saya baca :
“Eh km tuh kecakepan banget, dasar nenek2 sihir. Mestinya syukur masih ada yang mau sm km. Q niat pengen deket km malah ngomong gitu.Terserah km mau atau tdk, tapi jangan asal ngomong, pake bilang q bocah ingusan. Q udah dewasa, umurku 23 thn. Km tuh kalau gak mau juga ya udah, dasar ceweq kecakepan. Kata km, km nenek2. Emang, km nenek sihir, jelek. Nyesel deh q tadi sempat naksir berat dan pengen deketin km. Sumpeeeh loh nyesel. Q cabut lagi naksirnya. Sumpaaaah nyesel”
Pagi itu menjadi pagi yang menyeretku pada beberapa pihak.
Andri dan seorang teman lain.
Sayapun berusaha mengclearkan masalah ini dari kaca mataku, sebagai orang tua dan sebagai orang yang usia dan pengalamannya jauh di atas mereka.
Diperlukan sikap dan pemikiran yang bijak dan mau mengerti keadaan mereka, walaupun terkadang saya tidak bisa menerima kata-kata pedas seperti itu.
Saya juga menyampaikan beberapa pesan penting pada teman saya Andri (namanya sudah saya hapus di fb) namun tidak berarti dia tidak bisa jadi temanku di ‘tempat’ lain.
Bahwa sangat tidak logis memberikan id dan password pada orang lain, siapapun dia, terlebih hanya pada seorang teman ! Saya bilang juga : ” Kamu bisa masuk bui tanpa bisa mengelak, loh, Andri ! “
Selesailah !
Setelahnya, seperti biasa saya bisa menikmati secangkir teh manis dan beberapa potong goreng ubi di beranda, sambil menatap Gunung Guntur.
Salam dan tetap berpikir merdeka !


moal komen ah teh xixixixi