Bimp….
Pandangl aku, tatap aku Bimp, sekali ini saja.
Kenapa masih meragu , jika aku telah berubah.
Pandanglah sudut mataku yang berbinar dengan bintang Zet di seputarnya.
Rasakan kehangatan tubuhku yang menjalar. Menurutmu, aku adalah konduktor yang baik ! *dance*
Merambah ke seantero aliran darah di seluruh tubuhku.
Ayolah Bimp.
Menangispun tak apa bagiku.
Jika ini untuk meyakinkanmu.
Lihat sejenak aku…
Aku memang sudah dewasa Bimp, matang, menuju tua.
Bukan anak kecil lagi.
Masih ingtkah, ketika pada suatu dini, di atas tuts keyboardku yang usang, kita diskusikan ini.
Tentang cinta unik kita.
Kita sepakat waktu itu dalam urusan cinta, orang dewasa bisa memerlukan waktu sepuluh tahun atau bahkan tak ada waktu dalam bentuk angka, untuk mengobati frustrasi karena hancurnya cinta platonik enam bulan atau tiga bulan, atau,,,
Sangat tidak realistis, ya Bim.
Mungkin lupa, baiklah, kueja sekali lagi : P L A T O N I K.
Kita sukses melakukan semua itu dalam hitungan berapa lama, Bim ?
*tak perlu kau jawab, karena memang tak ada jawaban pasti untuk ini*
Dan, dengan segala maafku, saat ini ingin kusampaikan bahwa, semua itu salah.
Salah !
Aku bisa membuktikan bahwa patah hati karena cinta yang telah berlangsung sekian lama, bisa pulih hanya dalam waktu tiga hari…
Bimp…
Ketika kau menepi dari sisiku, aku hanya mampu berujar : perih !
Namun aku juga perlu belajarr berjiwa besar, berusaha memahami esensi konsep virtual dan fisik dalam hubungan emosional. Aku lakukan itu terus, Bimp.
Bukankah jika mencintai seseorang kita harus ikhlas membiarkan ia bebas ?
Engkau pernah menudingku, aku hanya sebagai anak kecil yang akan menangis frustrasi lalu menyendiri meninggalkan duniaku.
Tidak lha yauwww ! *saat kutulis kalimat ini mulutku ikut monyong, seperti mulut teko*
Akan kubuktikan, aku bukan anak kecil yang menangisimu pilu terlebih meninggalkan duniaku.
Bimp…
Aku menengok ke belakang, selama setahun ini. Untuk mengevaluasi kemajuan hidupku, dan bersyukur telah mengenal dia.
Jika berfikir positif, ternyata mengenal seseorang secara emosional bisa memberikan akses pada sebuah bank data kepribadian tempat kita banyak belajar hal baru.
Buktinya ?
Aku mempunyai “Three Colours”.
Aku sering menulis.
Beberapa orang penikmat tulisanku, cukup mengapresiasinya.
Tentang cinta ?
Cinta adalah reaksi kimia sehingga keanehan dapat terjadi.
Seorang pangeran tampan, kaya raya, bisa saja ditolak cintanya oleh gadis penjaga pintu tol dan seorang wanita publik pigure, seorang publik relation sebuah BUMN yang sangat luas pergaulannya bisa saja tergila gila tiga perempat mati dengan seorang lelaki penyendiri yang eksentrik.
Dan aku wanita Bimp, tulen. Aku menyimpan rahasia untuk diriku sendiri, rahasia yang ‘tak kan pernah diketahui siapapun.
Hey Bimp.
Aku belajar berjiwa besar atas seluruh kejadian denganmu
Sekarang aku memiliki cinta yang baru dalam tas bukuku.
Dan Bimp…
Akhirnya akan kukatakan kepadamu, sekali ini, pada hari ini.
Aku mampu melangkah menyeberangi garis ujian tabiat mengasihani diri dan sekarang aku berada di wilayah positif dalam menilai pengalamanku.
Aku mulai bangkit menata diri.
Berhenti membuat rencana-rencana yang tidak realistis.
Ingat filosofi Just Do It, itulah prinsipku sekarang, lagi pula bukankah John Lennon mengatakan life is what happens to us while we are busy making plans !
Aku mulai menginventarisir, minat, bakat dan kemampuanku.
Dan aku tak pernah ragu akan jawabannya : aku punya bakat menulis.
Menulis adalah travellingku yang paling mengasyikan.
Dan, tunggulah sebuah novel akan menjadi hadiah terindah untuk meyakinkanmu, bahwa aku masih disini, survive, dengan segala rahasiaku.
*************
Dedicated to : “Dha, My Imaginaire”


hmmm…seperti biasa perasaan ini selalu ingin ejakulasi bila membaca ketikan nyi Lasmini, penuh kenakalan dalam berkhayal. Entah ini pengalaman pribadi atau kah hanya rekaan kalbu yg tersimpan jauh di alam sana.
Tapi saia sll penuh minat membaca setiap untaian kata yg menjadi makna
"Cinta adalah reaksi kimia … "
i love to read it