Seseorang duduk di teras menatap jalan yang lengang. Setiap orang dapat menemukan kecemasan di sebuah malam yang senyap. Jika kau percaya bahwa dunia terlalu sepi untuk dijalani sendiri dan terlalu nyeri untuk dimengerti sendiri, maka percayalah! Namun, aku disini, di dunia yang terasa sempit seperti ruangan yang sesak tempatku membaca peta-peta makna hidup tanpa sepasang mata…
Kesepian barangkali ia.
Dan kesepian itu membentuk bahasa. Ia mengajukan romantika yang terbuka; sebab apa yang ia sampaikan, selalu mungkin menempati dirinya sendiri…
Setiap orang akan menyadari, setiap kesepian dapat berarti kejenuhan menempuh hasrat yang tak berubah –semacam konfrontasi dan percakapan dalam gairah logika yang sama.
Namun kejenuhan juga diperlukan. Karena dengan demikian bisa menunjukkan ada sekrup kecil yang longgar : keresahan yang terabaikan
Seperti kita juga memang memerlukan keterkejutan, ledakan, lelucon dan kehendak yang ekspresif. Semua itu muncul ketika hasrat yang satu dan yang lainnya dipertautkan

