Benarkah Intelektualitas Sejalan Dengan Absurditas ? lama juga tidak posting di Oky weblog curor hat het hot ini. Moga saja postingan kali ini tidak membuat yang baca jadi mual mual, heuheu. Untuk orang awam, intelektualitas artinya kecerdasan dan absurditas artinya ketidakjelasan. And syndrome yang tengah aku alami saat ini ada di pusaran itu.
Syndrome hampir-putus asa-namun tetap berusaha semaksimal mungkin untuk menuntaskan project penyelesaian tulisan ku. Mudah-mudahan saja usaha ku ini berhasil. Teman-teman ku banyak yang bertanya : ” Sampai mana tulisannya ?” Aku katakan saja : ” Sampai putus asa” atau ” Sampai gak jelas”
Benar-benar jawaban yang sangat tidak solutif.
Pertanyaan mendasar yang sering muncul juga adalah : ” Kapan selesainya ?”
Lha ya kapan ya, masalahnya aku tidak punya deadline yang jelas juga.
Aku jadi berfikir, jangan-jangan karena tidak ada deadline yang jelas yang menjadi penyebab semua keterlambatan project ini ?
Sebenarnya aku orang yang punya type deadliner, hoby mengerjakan sesuatu di waktu mepet. Dan semakin besar pressure, maka semangatpun semakin pol. Tapi akhirnya itu juga sejalan dengan absurditas.
Beberapa contoh absurditas yang sering aku lakukan saat ini adalah :
Joget-joget sendirian di kamar dengan iringan musik keroncong
Ketawa sendiri menyadari kalau kehidupan lagi dalam posisi kacau karena mengejar deadline
Nelpon orang terdekat dan bercerita hal-hal konyol sambil menahan kentut.
Imajinatif, membayangkan naik ke puncak gunung tertinggi di dunia, sementara di kaki gunung berkumpul orang-orang yang memberi aplause.
Bolak balik ke facebook, membuat status aneh, usil, iseng dan konyol.
Sering mengucap, “odong-odong dan otok-otok” merasa seperti memanjakan diri sendiri
Odong,,odong,,odong,,,,otok,,otok,,,otok,,,
Apa lagi ya,,
Yang jelas, kesemuanya hanya berupa tindakan dan pemikiran sampingan untuk tujuan meningkatkan semangat serta kecerdasan
So, buat aku, kadang intelektualitas sejalan dengan absurditas.
Odong,,,odong,,odong,,,otok,,otok,,,otok,,,

