Seputar Kasus Perceraian Vena Melinda dan Hak Seorang Istri

Sepintas tadi saya nonton sebuah tayangan infotainment kasus gugat cerai artis sekaligus anggota DPR Vena Melinda terhadap suaminya Ivan Fadilla. Sebetulnya berita ‘kawin-cerai’ selebritis tidak begitu menarik perhatian saya. Namun kali ini agak beda dari biasanya. Bukan lantaran Vena Melinda juga seorang anggota DPR (bagi saya gak ada bedanya selebritis dengan anggota DPR).

Seputar Kasus Perceraian Vena Melinda dan Hak Seorang IstriKalau saja tadi saya tidak sempat menyimak beberapa poin yang disampaikan oleh ibu Verrell Bramasta dan Athalla Naufa ini, males rasanya menulis berita artis kawin-cerai. Ya, ada poin yang menurut saya menarik. Bahwa menurut Vena Melinda ada beberapa material (dia menyebut villa, apartemen dan mobil) yang dijadikan sita marital, padahal material itu hasil dari penghasilan Vena sebagai anggota DPR. Kalau tidak salah pula, sebelum menikah, pasangan mantan Abang None Jakarta ini, terlebih dahulu membuat perjanjian pra nikah. Isinya seputar pembagian harta gono gini.

Yang menarik bagi saya bukan gugatan sita marital Ivan Fadila, tapi sikap Vena yang nampak seolah-olah menyerah. Nampak dari kalimat sedu sedannya seperti ini : “Silahkan jika mas Ivan mau ambil semuanya, monggo” Meskipun setelah itu meluncur pula penjelasan dari Vena Melinda, dari mana dan bagaimana historisnya material itu didapat.

Saya membaca, seorang Vena Melinda yang wakil rakyat itu tidak berupaya mempertahankan haknya. Untuk sementara saya menyimpulkan demikian, sampai dengan Vena Melinda mencabut kembali ucapannya, yang mudah-mudahan saja itu hanya emosional saja. Jujur saja, kapasitas saya dalam hal ini sebagai sesama perempuan, tentu saja berharap, seorang Vena Melinda mampu memposisikan diri, bukan hanya sebagai seorang pribadi perempuan, namun juga sebagai wakil para perempuan Indonesia. Berjuang mempertahankan haknya sebagai seorang Ibu dan juga seorang perempuan, tentu menjadi satu sikap perjuangan.

Saya masih berharap, adegan tadi hanya sebuah adegan luapan emosional yang tidak keterusan. Langkah cerdas dan dewasa tentu patut dilakukan oleh Vena Melinda di hadapan khalayak. Lawyer yang mendampinginya juga tentu mampu bersikap sinergis dengan Vena Melinda, yang memang smart (sayang sekali saya tadi kehilangan Vena Melinda yang itu)

About Oky Lasmini

Oky Sastrawiguna adalah seorang penulis buku, cerpen, puisi dan prosa. Oky Lasmini Sastrawiguna juga adalah seorang blogger senior asal garut yang menekuni dunia SEO.
This entry was posted in Berita, Catatan Harian, Opini. Bookmark the permalink.